Kamis, 06 September 2012

Di Balik Title Anak Kader

Alhamdulillah ada sebuah pertanyaan dari hati teman? Apa si itu anak kader, buat apa acara ngumpul2 kayak gini?, menunjukkan bahwa kita peduli untuk menanggapi pangilan jiwa kita yang mulai kritis (calon mahasiswa sejati). Pertanyaan itu membuat kita meng intrepetasaikan diri kita di dalam jamaah komunitas ini sebagai sebuah hal yang terasing, ataupun aneh awalnya, tetapi di balik itu semua ada hal yang memang dipaksakan pada diri kita...

Yang di inginkan dan diharapkan kedua orang tua kita “ menjadi anak yang sholeh/sholehah, (seperti ank TK ) he.  Not bahasa kerennya muslim yang sejati. Mungkin berawal dari titel ini kita mencari tahu apa ini dan untuk apa kita seperti ini. Sebuah hal yang belum biasa ini membuat kita lebih dewasa dalam menyikapi keadaan terhadap orang-orang disekitar kita.


Islam sangatlah mudah dalam memberikan frame kita berfikir yang terpenting ialah kita melaksanakan hal yang bear dan dengan cara yang benar, maksudnay setidknya lingkaran yang di perkenalkan ke kita ini bukanlah lingkaran kejelekkan tetapi sebuah tempat dimana kita berkumpul bersama mencari rido Allah SWT, meskipun dgan kegiatan terbatas seperti saat itu (1). Landasanya jelas untuk   bersilaturahmi : kepada siapa? Lw ana husnudzon : ternyata kita dikumpulkan karean orang tua kita ingin kita bertemu dengan anak dari teman bapak/ibu kita, yang sama2 sholeh /shalehah.(2) mereka ingin tidak hanya mereka saja yang meraskan bertemu dengan sesama saudar tetapi kita juga diajak oleh merka..; law berfikir lebih jauh sekarang kita mungkin pura pura mengenal tetapi sesungguhnya pertemuan di tahun2 kedepan membuat kita harus berjuang bersama dan berkarya.

Sesuatu yang besar harus bermula dari yang kecil bukan seperti pondasi  bangunan yang tertutup dibawah pula semata untuk membuat bangunan indah di atasnya tetap berdiri kokoh. Semoga dengan kita berniat lebih positif lebih sederhana akan lebih baik mungkin kita belum saatnya memikirkan sesuatu layaknya ayah dan ibu kita pikirkan tetapi setidaknya warnai hidup kita dengan tersenyum atas  tawaran untuk menjalin talisilaturahim bersama dengan calon teman seperjuangan di masa yang akan datang. Sahabat kita hafidz hafidzoh, ilmuan berpengaruh politisi yang adil, pemimping yang bijaksana nan shaleh menjadi impian jika suatu saant kita berpelukan dan berjabat tangan membangun Indonesia yang dirahmati ALLAH SWT.

By : dr Mujahid (a22am0s1em@yahoo.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar